Senin, 02 Februari 2015

Makna Tersirat Dibalik Lagu Gundul-Gundul Pacul

images Ada yang menarik dari sebuah kajian tentang lagu dolanan Jawa yang sudah lama sekali dkenal oleh masyarakat luas secara turun temurun. Lagu ini judulya Gundul-Gundul Pacul. Syairnya sangat sederhana dan banyak anak-anak Jawa yang hapal semuanya. Namun siapa sangka jika lagu sederhana ini ternyata memiliki makna filosofis dan kehidupan yang sangat dalam?
Mari kita simak FILOSOFI LAGU GUNDUL-GUNDUL PACUL, yang sudah banyak tersebar di media sosial.
“Gundul-gundul Pacul Cul
Gembelengan
Nyunggi-nyunggi wakul kul
gembelengan
Wakul nggelimpang segane
dadi sak latar 2x”
Gundul adalah kepala, dan orang jawa seringkali menggunakan istilah ini untuk kepala yang tidak memiliki rambut alias plontos. Namun kita akan melihat ‘kepala’ itu sendiri yang dianggap selama
ini oleh para kawula sebagai lambang kehormatan dan kemuliaan seseorang. Rambut adalah mahkota
lambang keindahan kepala. Maka gundul artinya kehormatan yang tanpa mahkota.
Sedangkan pacul: adalah cangkul yaitu alat petani yang terbuat dari lempeng besi segi empat. Pacul adalah lambang kawula rendah yang kebanyakan adalah petani.
Gundul pacul artinya: bahwa seorang pemimpin sesungguhnya bukan orang yang diberi mahkota tetapi dia adalah pembawa pacul untuk mencangkul, mengupayakan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Ada juga menurut Orang Jawa yang memaknai pacul sebagai papat kang ucul (empat yang lepas).
Artinya bahwa: kemuliaan seseorang akan sangat tergantung kepada empat hal, yaitu: bagaimana menggunakan mata, hidung, telinga dan mulutnya.
  • Mata digunakan untuk melihat kesulitan rakyat.
  • Telinga digunakan untuk mendengar nasehat.
  • Hidung digunakan untuk mencium wewangian kebaikan.
  • Mulut digunakan untuk berkata-kata yang adil.
Jika empat hal itu lepas, maka lepaslah kehormatannya. karena itu ‘Gundul-gundul Pacul’ bisa dimaknai dengan dua hal:
  1. Seorang pemimpin harus amanah, jaangan hanya memikirkan kehormatannya
  2. Gambaran seorang pemimpin yang tidak amanah, yang sudah kehilangan empat indera dan tidak sanggup lagi untuk menggunakan empat indra tersebut sebaik-baiknya.
Adapun Gembelengan artinya: besar kepala, sombong dan bermain-main dalam menggunakan kehormatannya.
Jadi, “Gundul-gundul pacul cul gembelengan’ artinya seorang pemimpin yang sejatinya harus menunaikan amanah rakyat ternyata menjadi sombong, selengekan, clelak-clelek, dan menjadikan kehormatannya sebagai sebuah permainan.
Sedangkan ‘Nyunggi-nyunggi wakul kul” artinya seorang pemimpin harus selalu nyunggi wakul (memikul bakul/tempat nasi, yang berarti mengupayakan kesejahteraan rakyat dan menjunjung amanah rakyat)
namun dalam realitasnya sering ditemui pemimpin yang ‘nyunggi-nyunggi wakul kul gembelengan’ atau pemimpin yang hanya mementingkan perut dan udelnya sendiri akhirnya WAKUL NGGLIMPANG (amanah jatuh tidak dapat dipertahankan) SEGANE DADI SAK LATAR (berantakan sia-sia, tak bisa bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat)
INTINYA, MARI KITA MEMILIH PEMIMPIN YANG AMANAH DAN TANGGUNG JAWAB BUKAN PEMIMPIN YANG MEMENTINGKAN UDEL-NYA SENDIRI. DAN BAGI PARA PEMIMPIN, SUDAH MENJADI KEWAJIBAN ANDA UNTUK MENGGUNAKAN 4 INDERA ANDA SEBAIK MUNGKIN AGAR TIDAK UCUL HINGGA WAKUL KALIAN MENJADI NGGELIMPANG.  sumber: Eramuslim.co

Sabtu, 03 Januari 2015

Tidak akan datang suatu tahun, kecuali tahun sesudahnya akan lebih jelek dari tahun sebelumnya

Tak terasa sudah dipenghujung tahun.. Seperti biasa saat dipenghujung tahun, kebanyakan orang sudah mulai sibuk untuk merencanakan kegiatan menghabiskan malam pergantian tahun. Bagi orang "berduit" Ada yang berinisiatif untuk pulang kampung, jalan-jalan ke tempat wisata baik dalam dan luar negeri. Bagi yang berkantong "pas-pasan" mungkin hanya merayakan malam pergantian tahun di rumah masing-masing bersama keluarga dengan bakar jagung dan petasan..
Bagi sebuah instansi, organisasi, atau perusahaan saat penghujung tahun adalah waktunya sibuk untuk merencanakan program/strategi yang akan dilaksanakan pada tahun yang akan datang. Perusahaan yang tahun ini merugi, akan memikirkan strategi apa yang harus dilakukan tahun depan agar bisa untung. Sebuah organisasi "politik" mulai sibuk memikirkan strategi agar "Calon" yang "diusung" bisa menang pada tahun depan.. :D

Dipenghujung tahun adalah waktunya para"orang normal" memberikan hasil penerawangannya. Mereka mengatakan "Tahun depan akan ada artis yang meninggal", padahal emang setiap tahun ada aja yang meninggal.. Tahun depan ada artis yang akan cerai.. (penerawangan klasik..). Bagi seorang desainer, mereka akan memprediksi gaya apa yang akan "Trend" tahun depan. Bahkan mungkin ada yang memprediksi pengganti "Cetar Membahana Dunia Akhirat".. :D.

Adakah sebagian orang atau golongan yang "mengkoreksi" dirinya sejauh mana mereka beribadah pada Allah selama setahun yang akan berlalu?? Adakah sebagian orang atau golongan yang mengatur strategi bagaimana agar tahun depan bisa beribadah lebih baik lagi dari pada tahun yang akan berlalu??

Dalam hadits dijelaskan bahwa " Tidak akan datang suatu tahun, kecuali tahun sesudahnya akan lebih jelek dari tahun sebelumnya".HR. Bukhori

Untuk urusan dunia bolehlah kita berbangga, InsyAlah ke depan semua akan tambah baik. Sebaliknya untuk urusan agama, urusan ibadah "Who Knows"?? sesuai dalil akan lebih jelek dari tahun sebelumnya. Pada tahun ini moral manusia semakin rusak, salah satunya adalah pada tahun ini ada sekelompok pelajar yang melakukan arisan untuk menyewa seorang PSK secara bergiliran... # geleng-geleng kepala.. Sudah bukan hal "tabu" lagi, bahwa pasangan belia berpelukan, berciuman, ber "he em he em" di jalan layang setiap malam khususnya di wilayah ibu kota.. Ada lagi cerita seorang pria menyebarkan video "percintaan" dengan mantan pacarnya di sosial media, sepertinya perzinahan sudah dianggap biasa ya... Naudzubillahimindzalik....
Bagaimana dengan tahun depan ??? Kerusakan apalagi yang akan kita hadapi...

Mungkin khususnya kita pemuda, di penghujung tahun ini harus mulai intropeksi bagaimana semangat dan kelancaran beribadah kita tahun lalu. Jika dirasakan melemah dan tidak lancar dalam beribadah, tidak ada salahnya kita mulai memikirkan tips & trik apa yang bisa kita lakukan agar kegiatan ibadah bisa lebih baik di tahun yang akan datang. Jika generasi penerus saat ini sudah tidak bisa menegakkan agama dan moral, niscaya tahun depan "kerusakan" akan "Cettar membahana" di bumi kita.. :(

Selamat merenung... Selamat Tahun Baru...!!!
Semoga bermanfaat dan barokah..